Kesiapan Anak Belajar Menulis

Kesiapan anak belajar menulis. Untuk mengetahui anak prasekolah sudah siap atau belum untuk diajarkan menulis, orangtua perlu memperhatikan 3 hal berikut ini:

1. Kesiapan Anak Belajar Menulis: Aspek Fisik-Motorik.

Keterampilan menulis termasuk dalam keterampilan motorik halus yang melibatkan otot kecil, khususnya tangan dan jari-jari dalam Anak Belajar Menulis. Di usia prasekolah, anak dapat mengontrol gerakan jari-jemarinya dengan lebih baik dalam Anak Belajar Menulis, sehingga Anak Belajar Menulis bisa lebih terampil dalam menggunakan material/peralatan untuk menggenggam dan memanipulasi alat.

Umumnya, pada usia 3 tahun 6 bulan, motorik halus anak siap untuk dilatih memegang alat tulis (pensil atau bolpoin) dan siap belajar Anak Belajar Menulis, sehingga diharapkan pada usia 6-7 tahun ke atas, kemampuan memegang alat tulis dengan benar dapat dikuasai oleh anak dalam Anak Belajar Menulis.

Sebelum anak mencapai usia prasekolah atau sebelum dilatih menulis, orangtua harus melatih keterampilan motorik halus Anak Belajar Menulis dengan berbagai kegiatan seperti membentuk plastisin (lilin lunak), bermain pasir, bermain pasel, membuat bangunan dari balok dan sejenisnya, Anak Belajar Menulis meraba bentuk huruf yang terbuat dari pasir atau permukaan kasar/halus, makan sendiri, berpakaian secara mandiri, dan memakai sepatu Anak Belajar Menulis.

2. Kesiapan Anak Belajar Menulis: Aspek Emosi

Kegiatan Anak Belajar Menulis membutuhkan kesabaran, ketekunan dan konsentrasi. Anak usia prasekolah memiliki rentang waktu konsentrasi dan atensi yang masih terbatas dalam Anak Belajar Menulis. Mengajak Anak Belajar Menulis, walaupun hanya 5 menit perlu usaha yang cukup besar. Kesabaran dan motivasi orangtua pada saat mendampingi Anak Belajar Menulis akan berpengaruh besar terhadap emosi dan konsentrasi anak. Orangtua diharapkan tidak banyak mengkritik tulisan anak dalam Anak Belajar Menulis, melainkan memberikan reward, misalnya berupa pujian atas usaha dan kesabaran anakdalambelajarmenulis. Seiring dengan kematangan dan perkembangan usianya, anak akan semakin terampil dalam Anak Belajar Menulis.

3. Kesiapan Anak Belajar Menulis: Aspek Kognitif

Keterampilan motorik halus, sebagaimana keterampilan aspek yang lain, sangat terkait dengan kemampuan kognitif anak dalam Anak Belajar Menulis. Menurut teori Piaget, perkembangan kognitif anak usia prasekolah berada pada tahap pra-operasional dalam Anak Belajar Menulis. Dalam tahap ini padadasarnya kemampuan berpikir anak masih di bawah tahap konkret. Jadi, dalam mengajari anakmenulis, minimal kita memberikan banyak contoh yang konkret, bermakna, dan umumbagi anak.Pada tahap ini anak mulai memahami bahwa benda-benda yang biasa dilihatnya, dapat dituangkandalambentuktulisan. Dengan memberikan stimulasi yang bermakna dan sesuai dengankonteks, maka padatahapini bisa menjadi daya tarik bagi anak untuk menuliskan benda-benda maupun nama orang yang dikenalnya.

II. TAHAPAN KEMAMPUAN MENULIS

Selain mengetahui kesiapan anak untuk belajar menulis, orangtua juga perlu memperhatikan tahapan perkembangan kemampuan menulis pada Anak Belajar Menulis. Dengan begitu, orangtua dapat memberikan stimulus yang tepatsesuai dengan kemampuan anak. Cara menstimulasinya adalah dengan menggunakan variasi metode dan media yang menarik agar anak senang berlatih menulis. Ada 6 tahapan kemampuan anak sebagai “penulis muda” yaitu atau Anak Belajar Menulis;

1. Inexperienced Writer

Tahapan menggunakan gambar, tulisan scribble (coretan/ sketsa) ataupun bentuk lain seperti huruf, dan sebagainya. Contoh, tulisan anak yang bentuknya baru mirip huruf.

Sembilan Langkah Mengajarkan Anak Membaca

Sembilan Langkah Mengajarkan Anak Membaca. Apakah anak Anda siap untuk membaca? Apakah anak anda menunjukkan minat pada buku? Apakah Anda ingin mengajarinya membaca tetapi, tidak cukup tahu dari mana untuk memulainya?

langkah mengajarkan anak membaca

Sembilan langkah mengajarkan anak membaca

Continue reading

Terapi Disgrafia Untuk Anak

Terapi disgrafia untuk anak dapat mengatasi anak yang tidak mampu untuk mengekspresikan sesuatu dalam bentu tertulis. Anak yang mengalami terapi disgrafia sering kali terlihat seperti memiliki kemampuan untuk membaca dan berbicara seperti Shakespeare karena ketidakmampuannya untuk mengekspresikan ssesuatu dalam bentuk tertulis. Terapi disgrafia adalah terapi yang digunakan untuk anak yang memiliki ketidakmampuan belajar yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk berkomunikasi serta proses pemikiran melalui tulisan tangan.

Perlunya Mengetahui Apa Itu Terapi Disgrafia untuk Anak Penyandang Disgrafia

Terapi Disgrafia yang Dilakukan oleh Orangtua sangat Baik, karena Membantu Anak Menjadi Anak yang Mahir Calistung

Continue reading

Diskalkulia Pada Anak

Mempelajari perkembangan anak tidak hanya dilakukan oleh seorang Ibu, tetapi seorang Ayah juga dapat mempelajari melalui Diskalkulia Pada Anak. Diskalkulia Pada Anak menurut para ahli, terapi dan penanganannya berarti
mengalami kesulitan dalam menghitung. Dengan kata lain, Diskalkulia Pada
Anak ini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidakmampuan
belajar yang spesifik di bidang matematika. Ini juga telah disebut
“kebutaan bilangan”. Kejadian ini, seperti Disleksia, adalah merupakan
suatu masalah neurologis di otak.

Memahami Diskalkulia pada anak dengan benar dan tepat

Anak yang mengalami Diskalkulia pada Anak sering membalikkan atau merefleksikan angka. Misalnya angka 36 ditulis 63 dan juga kesulitan dalam mengucapkan waktu

Continue reading

Cara Mengenali Disleksia dengan baik

Cara Mengenali Disleksia dengan baik

Cara Mengenali Disleksia dengan baik adalah dengan mengetahui terlebih dahulu apa itu Disleksia. Adapun Disleksia adalah ketidakmampuan belajar (kata-kata) yang berkisar dari ringan sampai parah. Ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan anak. Anak-anak dengan Disleksia memiliki masalah pemrosesan informasi ketika melihat kata-kata. Banyak orang tua merasa bingung ketika anak mereka lemah di sekolah. Kebanyakan anak Disleksia memiliki masalah menulis, berbicara, mengeja dan mengerjakan soal matematika. Lebih lanjut Cara Mengenali Disleksia dengan baik Pada Anak Hari ini akan dibahas. Masyarakat harus lebih tahu banyak tentang kondisi ini, dan lebih mudah untuk mengidentifikasi Disleksia di usia muda.

Cara Mengenali Disleksia dengan baik tips cerdas kenali Disleksia

Cara Mengenali Disleksia dengan baik suatu tips cerdas kenali Disleksia

3 Hakikat Utama Cara Mengenali Disleksia dengan baik

Cara Mengenali Disleksia dengan baik yang pertama adalah dengan memantau anak-anak muda yang rentan terhadap infeksi telinga dan yang memiliki sensitivitas terhadap makanan atau bahan kimia. Anak-anak dengan Disleksia mungkin menunjukkan gejala-gejala tersebut.
Perhatikan keterlambatan bicara. Tanda-tanda Disleksia mungkin termasuk memiliki masalah dalam mengucapkan kata-kata, berirama atau dalam menempatkan kata-kata menjadi kalimat. Ini salah satu Cara Mengenali Disleksia dengan baik yang dapat dilakukan sedini mungkin.
Membandingkan perkembangan anak Anda adalah Cara Mengenali Disleksia dengan baik yang lainnya, terutama keterampilan motorik nya, dengan anak normal lainnya. Anak-anak Disleksia mungkin memiliki keterampilan motorik terbelakang dibandingkan dengan anak-anak normal.

Hakikat  Utama Cara Mengenali Disleksia dengan baik  merupakan landasan awal Identifikasi Disleksia

Hakikat Utama Cara Mengenali Disleksia dengan baik Hakikat Utama Cara Mengenali Disleksia dengan baik

2 Hakikat Akademik untuk Cara Mengenali Disleksia dengan baik

Evaluasi apakah anak Anda belajar dengan susah payah selama beberapa hari dalam seminggu. Tanda-tanda Disleksia dapat mencakup kemampuan untuk belajar alfabet, angka atau warna.
Carilah gejala yang mengidentifikasi kemungkinan Disleksia. Jika seorang anak terus menulis huruf atau angka mundur, mencampur-aduk “d” dan “b,” mencampuradukkan urutan huruf dalam kata-kata atau memiliki kesulitan untuk memahami atau mengingat apa yang dia dengar, anak anda mungkin mengalami Disleksia.
Menguji anak anda merupakan Cara Mengenali Disleksia dengan baik yang terbilang mudah, apakah anak Anda dapat mengerjakan urutan kejadian dan sesuai fakta. Anak-anak dengan Disleksia mungkin memiliki masalah dengan tugas-tugas tersebut.

Cara Mengenali Disleksia dengan baik berpedoman pada Asas Akademik dan Akhir

Cara Mengenali Disleksia dengan baik terdapat Asas Akademik dan Akhir sebagai patokan guna melakukan Identifikasi Disleksia

2 Hakikat Akhir untuk Cara Mengenali Disleksia dengan baik

Perhatikan tanda-tanda attention deficit hyperactivity disorder, atau ADHD. Sebanyak 25 persen anak-anak Disleksia diperkirakan menampilkan tanda-tanda ADHD, dan Anda mungkin melihat gejala ADHD lebih dulu sebelum Anda melihat tanda-tanda Disleksia.
Konsultasikan dengan dokter anak Anda ketika Anda melihat 1 atau lebih tanda-tanda Disleksia pada anak Anda. Dokter mungkin akan melakukan serangkaian tes standar untuk mengidentifikasi Disleksia. Jika tes tidak dapat menyimpulkan keadaan anak Anda, ia mungkin akan melakukan tes tambahan.

Langkah Awal Mengajarkan Bayi Berhitung

Mungkin saja mengajarkan bayi berhitung. Tidak ada yang salah dengan hal itu, asal tahu caranya. Sekarang saya akan uraikan bagaimana langkah awal mengajarkan bayi berhitung agar tidak terjadi mental hectic. Dengan langkah awal yang benar mengajarkan bayi berhitung, maka bayi bisa nyaman dan senang belajar berhitung atau matematika.

Adorable toddler girl eating her youghurt.

Langkah Awal Mengajarkan Bayi Berhitung dengan cara yang benar

Continue reading

Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic

Menarik membahas ulang terminologi Mental Hectic yang selama ini sudah beredar. Apalagi dengan judul diatas: Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic. Apakah ini suatu judul yang valid atau hanya bualan saja? Kita akan membahas ini lebih rinci.

Definisi Mental Hectic

Pertama, sebelum membahas Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic, cobalah kita perhatikan akan definisi Mental Hectic. Saya kutip dari http://www.thefreedictionary.com/hectic, kalau diterjemahkan secara bebas, kira-kira seperti berikut dibawah ini. Hectic Adalah:

1. Ditandai dengan aktivitas yang intens, kebingungan, atau tergesa-gesa: “Tidak ada yang demam atau sibuk tentang kekuatan-Nya” (Erik Erikson).
2. Kedokteran Tentu, berhubungan dengan, atau menjadi demam yang berfluktuasi pada siang hari, seperti pada tuberkulosis atau septicemia.
3. Konsumtif; demam.
4. Memerah.

Saya coba untuk melihat dari wikipedia dengan menuliskan pada google, kalimat wikipedia mental hectic, dan ternyata tidak ada definisi Mental Hectic yang keluar dari wikipedia. Yang ada ialah definisi Hectic dan definisi Mental yang keluar, tapi tidak ada istilah tersebut muncul sekaligus: Mental Hectic. Dengan definisi ini, maka mulai terlihat bahwa slogan Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic adalah sangat memungkinkan. Karena Mental Hectic adalah kondisi yang umum terjadi.

Menarik sekali, kalau kita cari di google, ternyata istilah Mental Hectic muncul di Indonesia saja. Kalau begitu, apa sebenarnya mental hectic ini? Secara sederhana dapat diterjemahkan sebagai Mental Yang Kacau. Artinya adalah kekacauan mental akibat sesuatu hal. Bisa karena calistung, depresi, stress, kelaparan, terintimidasi dan lain sebagainya. Dengan definisi ini, kita akan mulai membahas Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic.

Kalau misalnya seorang anak perempuan kecil umur 10 tahun pernah diculik oleh 5 perampok laki-laki yang berkumis semuanya, maka sangat dimungkinkan ketika 10 tahun kemudian menjadi wanita dewasa yang sangat takut bertemu dengan pria yang berkumis. Ini dalam psikologi bisa terjadi dikarenakan trauma yang tertanam pada alam bawah sadarnya.

Kesimpulan Mental Hectic

Dari sekilas penjelas diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa Mental Hectic adalah istilah yang bisa dipakai pada kondisi apa saja dan tidak harus pada Calistung dan tidak harus pada anak kecil saja. Bisa terjadi pada siapa saja pada usia berapapun juga dan diakibatkan oleh apa saja yang menyebabkan orang tersebut trauma dikemudian hari. Penjelasan ini akan membuka jalan pengertian Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic.

Ini adalah pengertian bebas yang saya buat. Bisa saja Bapak dan Ibu memberikan definisi atau pengertian lain untuk menambah wawasan, tetapi saya pikir, kita akan mendapatkan kesimpulan yang sama, bahwa Mental Hectic bukanlah terminologi hanya untuk anak pra-sekolah belajar Calistung.

Kita akan kembali pada judul diatas, Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic. Sebelum membahas hal ini, kita lihat dulu, apakah alasan utama anak pra-sekolah mengalami mental hectic, khususnya Calistung? Umumnya terdiri dari beberapa kondisi:

 

1. Otak Anak Belum Siap Calistung, apakah mungkin terapi calistung sembuhkan mental hectic?

Alasan ini tentu saja perlu dipelajari lebih dalam lagi. Belum siap karena apa? Anak kecil itu bagaikan spons kering yang meyerap air, sangat cepat sekali belajarnya. Contoh kecil: Siapa lebih cepat antara orang dewasa Indonesia belajar bahasa Inggris di tempat kursus dengan anak kecil di Inggris yang belum bisa bicara (umur 5 bulan) untuk belajar bahasa Inggris? Tentu kita dengan mudah mengatakan: Anak Kecil tersebut yang berada di Inggris. Pertanyaan saya: Mana yang lebih mudah terkena Mental Hectic, Orang Dewasa Indonesia atau bayi di Inggris untuk belajar bahasa Inggris? Tentu orang Indonesia Dewasa. Kalau kita mempelajari mengenai perkembangan otak anak, maka kita melihat, stimulasi harus diberikan sejak dini dan sebanyak-bayaknya. Semakin banyak stimulasi, semakin cerdas anak tersebut. Dengan contoh ini, saya menyimpulkan, bahwa anak pra-sekolah sangat siap untuk belajar Calistung. Dengan konsep ini pula, maka sangat wajar, kemungkinan Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic bagi anak yang trauma.

 

2. Materi Calistung Terlalu Berat Buat TK, apakah mungkin terapi calistung sembuhkan mental hectic?

Ini adalah poin yang penting. Kalau terlalu berat, maka harus diturunkan. Kalau diturunkan dan sesuai dengan kemampuan anak pra-sekolah, maka tidak akan menjadi terlalu berat. Jangankan anak kecil, anak sma kelas 11 kalau dikasih pelajaran S1 juga akan muncul mental hectic. Ini berarti, syarat memberikan calistung pada anak pra-sekolah adalah harus sesuai dengan kemampuannya. Salah satu kelemahan sekolah adalah menyamaratakan kemampuan. Mau belum paham, sudah paham, setengah paham, semuanya disamaratakan. Bagi saya, itu bukanlah keadilan dalam pendidikan. Keadilan pendidikan adalah: setiap anak diberikan pelajaran sesuai kemampuannya. Tentu saja saya juga sepakat dengan konsep: Pendidikan adalah untuk semua anak. Dengan memberikan Calistung kepada pra-sekolah sesuai dengan kemampuannya, maka tidak akan terjadi mental hectic. Kalau ini diberikan pada anak yang trauma, maka Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic.

 

3. PR Calistung TK akan menyebabkan anak tertekan, apakah mungkin terapi calistung sembuhkan mental hectic?

Poin ini penting sekali. Glenn Doman memberikan kiat untuk sukses terapi pada anak kecil, yaitu terapi harus diberikan dalam kondisi yang menyenangkan. Anak pra-sekolah yang begitu bersemangat untuk bermain, sebaiknya kita berikan permainan calistung. Pemberian Calistung kepada anak pra-sekolah harus dalam kondisi yang gembira dan dalam bisa dibuat bentuk permainan yang menyenangkan. Kalau bermain Calistung, sekali lagi saya tekankan: Bermain Calistung, maka anak tidak akan bosan. Adakah anak bosan kalau diberikan PR untuk bermain tiap hari? Tentu saja tidak. Lemahnya pendidikan sekolah adalah tidak menyesuaikan kemampuan anak dan diberikan dalam kondisi yang membosankan. Tentu segala sesuatu yang membosankan, akan menyebabkan mental hectic kalau dilakukan terus menerus. Ini berlaku untuk siapa saja dan dalam segala umur. Maka kalau kebalikannya berlaku, dipastikan Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic.

Kalau saja seorang anak sudah trauma dengan calistung saat masih pra-sekolah sehingga sangat tertekan dengan calistung saat SD, apa yang harus dilakukan? Mudah saja, berikan jawaban dari 3 pertanyaan diatas. Lakukan konsep tersebut maka anak yang trauma (mental hectic) sedikit demi sedikit akan pulih. Saya ada kasus anak SD kelas 5 yang sampai tidak mau sekolah karena pernah dihukum guru matematikanya di depan kelas. Di Hukum dan dipermalukan karena tidak bisa matematika. Anak stress dan tertekan bahkan tidak mau sekolah. Bagaimana pemulihannya? Tentu saja saya lakukan pemulihan dengan mengembalikan kepercayaan dirinya. Saya taruh di titik “Be Genius“, Berikan Pujian yang tulus untuk setiap hal kecil keberhasilan anak, Be Comitment, Be Displacement dan sebagainya. Konsep-konsep dari Terapi Calistung saya berikan dan akhirnya anak tersebut bisa pulih trauma akan matematika. Cara termudah terapi calistung adalah menjadikannya mahir matematika melebihi teman-temannya dan bahkan mendapat pujian dari teman-temannya. Maka hal itu memulihkan traumanya dengan sempurna.

Kembali ke judul saya semula diatas, Calistung bukan hanya bisa menyebabkan Mental Hectic, namun juga sebaliknya, Terapi Calistung Sembuhkan Mental Hectic juga.

Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic

Menuliskan judul Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic, tentu akan menimbulkan kontroversial ditengah maraknya larangan memberikan tes calistung saat masuk SD. Karena faktor tes inilah, maka TK berlomba-lomba mengajarkan muridnya berlatih calistung agar dapat diterima di sekolah unggulan. Efek sampingnya adalah timbul mental hectic akibat tes calistung SD tersebut. Kalau begitu, dimana relevansi Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic saat masuk SD?

Saya menilai kalimat Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic ini seperti menilai apakah sebuah pisau itu bermanfaat atau merugikan. Kalau bermanfaat, maka akan dipergunakan banyak orang, tapi kalau merugikan, sebaiknya dilarang penggunaannya. Tentu sebuah pisau ditangan perampok atau penodong akan berbahaya. Dilain pihak, sebuah pisau ditangan koki ternama akan sangat bermanfaat. Kalau begitu, bagi saya, konsep Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic, diibaratkan seperti pisau tersebut. Bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan. Sekarang kita akan bahas apa untung dan ruginya tes Calistung itu.

Kerugian Tes Calistung masuk SD: Anak TK akan mengkibatkan Stress bahkan Mental Hectic.

Untuk membahas masalah ini, sebaiknya kita meneliti lebih dahulu istilah Mental Hectic. Istilah Mental Hectic ini hanya muncul di wilayah Indonesia saja. Cobalah gunakan google.co.id dan google.com dengan menuliskan Mental Hectic. Anda akan mengerti apa maksud saya. Penjelasan mendalam mental hectic ini sudah saya bahas pada post Calistung Menyembuhkan Mental Hectic.

Dari tulisan itu juga, dibahas mengapa anak terkena mental hectic, yang lebih dikarenakan karena ketidakmampuan atau ketidaktahuan guru sekolah untuk melatih anak TK belajar calistung. Pemaksaan terhadap anak akan berbahaya. TK saatnya bermain dan bersenang. Pemberian calistung dengan paksaan akan berbahaya. Berikan calistung dengan senang dan gembira. Perhatikan post sebelumnya Mengenai argumentasi bagimana sebaiknya mengajarkan calistung buat anak TK agar menghindarkan mental hectic.

Pentingnya Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic saat masuk SD.

Saya sendiri melihat belajar itu haruslah dengan sistem individual. Artinya, tiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ini disebabkan karena faktor dari lahir atau turunan. Maupun juga seberapa banyak stimulai yang diberikan sejak lahir sampai masuk SD. Tidak ada anak yang sama. Setiap anak adalah unik dan berbeda. Karena itu, setiap anak harus dididik sesuai dengan kemampuan masing-masing, sesuai keunikan masing-masing. Tiap anak tidak boleh disamaratakan.

Bergerak dari titik ini, saya menyarankan sebuah pendidikan yang individual. Artinya adalah memberikan materi sesuai kemampuan anak masing-masing. Sedangkan kita tahu tiap anak tidak ada yang sama. Sehingga materi yang diberikanpun bersifat individual sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Kalau hal ini dilakukan, maka tidak akan ada stress atau tekanan akibat calistung. Tiap anak akan nyaman dengan calistung yang diberikan. Materi diberikan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Pastilah perlu dipikirkan strategi dan cara untuk melakukan hal ini di sekolah.

Kalau demikian, agar setiap anak dapat belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing, maka perlu di tes. Fungsi dari pentingnya tes calistung ini adalah supaya anak diketahui kemampuannya masing-masing. Sehingga tiap anak akan diberikan calistung sesuai kemampuan masing-masing. Ini akan menghindar anak dari stress akibat calistung atau Mental Hectic.

Analisa Akhir: Tes Calistung Hindarkan Mental Hectic

Dari perbandingan diatas, maka dapat diambilkan kesimpulan yang penting untuk kita sadari bersama. Sistem kelas yang sama rata dan tidak memperhitungkan perbedaan kemampuan anak, akan mengakibatkan mental hectic. Sedangkan sistem belajar individual haruslah memberikan tes calistung agar menghindari terjadinya mental hectic. Contoh sederhana, kalau anak SD kelas 3 ditanya gurunya: Siapa yang sudah mengerti perkalian? 80% murid menjawab belum mengerti. Sedangkan kurikulum sudah saatnya membahas materi pembagian. Pertanyaan saya: Apakah yang dilakukan guru tersebut? Kalau sistem sekolah, tentu akan dimajukan. Tugas guru adalah menghabiskan kurikulum. Ini pasti mengorbankan anak yang belum mengerti materi perkalian tadi. Tapi kalau dengan sistem individual, tidak akan ada masalah. Anak yang masih belum mengerti akan diulang, anak yang sudah mengerti akan dimajukan. Sehingga anak terhindar dari mental hectic. Semoga contoh ini akan membuat kita lebih jelas lagi. Demikianlah sedikit opini saya tentang tes calistung hindarkan mental hectic. Inilah salah satu prinsip Terapi Calistung yang saya ciptakan buat anak berkebutuhan khusus.

Cepat Belajar Calistung

Bagimanakah cara cepat belajar calistung buat anak pra-sekolah? Apakah ada jalannya? Bukankah banyak anak terkena mental hectic saat ini? Tentu saja cara cepat belajar calistung dapat dilakukan dengan beberapa cara. Berikut ini dibawah akan saya berikan beberapa kiat sederhana. Dengan melakukan kiat ini akan memberikan dampak positip pada anak. Anda dapat juga membaca lebih lanjut mengenai calistung pada post-post selanjutnya. Hal terpenting adalah, lakukan hal tersebut dengan konsisten dan terus menerus. Beberapa kiat cara cepat belajar calistung buat anak pra-sekolah adalah sebagai berikut:

cara-cepat belajar-calistung

Cara cepat dan mudah belajar calitung tanpa efek mental hectic melalui terapi calistung yang juga bisa buat anak berkebutuhan khusus

1. Berikan Calistung dengan konsep Bermain. Itu membuat anak pra-sekolah cepat belajar calistung.

Bermain itu sangat baik dan menyenangkan. Pemberian stimulasi juga adalah kewajiban orangtua dan guru. Karena itu, berikan stimulasi baik untuk motoriknya maupun sensori yang lainnya, melalui cara bermain. Hindari kegiatan yang membosankan anak. Berikan pujian yang banyak atas sedikit saja keberhasilan anak. Jadikan Calistung sebagai sebuah permainan, sehingga anak senang untuk melakukan terus, terus dan terus lagi. Prinsip utamanya adalah, segera hentikan calistung sebelum anak bosan. Lakukan hanya sekitar 5 manit dan setelah itu alihkan ke permainan lainnya. Lakukan calistung bisa sampai 4-5 kali sehari dengan durasi 5 menit. Lakukan permainan yang berbeda sehingga bayi atau anak tidak bosan. Kebosanan adalah penyakit terbesar anak pra-sekolah.

 

2. Pengajar mengerti anak pra-sekolah adalah cerdas. Mereka cepat belajar calistung.

Pemahaman ini penting, supaya tidak ada keraguan sedikitpun pada orangtua dan guru. Dengan pemahaman ini, ada keyankinan untuk melatih anak. Seorang bayi sesungguhnya adalah seorang yang sangat jenius. Proses perkembangan otak bayi sangat cepat sekali. Mereka menyerap demikian banyak stimulasi yang kita berikan. Bagaikna sebuah spons. Seringkali bayi menjadi lemah karena tidak di stimulasi. Mereka ditempatkan pada box dan kotak. Itu akan menjauhkan mereka dari belajar dan bereksperimen. Kalau orangtua terbiasa menstimulasi sejak bayi, mereka akan menjadi anak yang hebat. Karena memang kemampuan mereka sangatlah cepat untuk belajar.

 

3. Sesuai materi Calistung dengan kemampuan tiap anak. Anak pra-sekolah akan cepat belajar calistung.

Jangan paksa anak untuk melakukan kegiatan diatas apalagi dengan hardikan atau kekerasan. Jangan berikan tugas yang jauh diatas kemampuannya. itu akan membuat stree dan timbulnya mental hectic. Jangan juga memberikan tes untuk menguji anak pra sekolah. Mereka akan merasa dinilai dan akan mengakibatkan tekanan. Itu juga akan membuat mereka bosan dan tidak mau lagi bermain. Berikan materi yang sesuai dengan kemampuan. Itu akan membuat mereka akan terus-terus dan terus mencoba dan bermain calistung.

 

Itulah sekilas mengenai bagaimana melatih anak pra-sekolah bisa dan cepat mahir calistung. Seperti penjelasan saya diatas, maka hal itu haruslah dilakukan terus-menerus hingga anak menjadi terbiasa. Kebiasaan itu akanmenyebabkan anak menjadi nyaman untuk terus belajar atau bermain calistung. Selamat mencoba.

 

Terapi Calistung

Apakah arti dari Terapi Calistung, apakah maksudnya?

Pada bagian awal kita sudah membicarakan mengenai Calistung. Sekarang kita mulai membahas arti sesungguhnya dari Terapi Calistung. Apa manfaat serta kegunaannya. Terapi Calistung dilakukan oleh profesional yang terlatih. Terapi Calistung diberikan oleh terapis yang berpengalaman. Mereka terlatih menangani anak berkebutuhan khusus. Itu poin utama yang membedakan.

Metode Penyampaian Anak Normal.

Metode penyampaian anak normal berbeda dengan anak spesial. Anak normal diberikan dalam bentuk kelompok seperti les atau bimbingan belajar. Materi diberikan setara dengan pelajaran sekolah seperti juga les privat. Umumnya yang memberikan pelajaran adalah guru sekolah atau sarjana matematika. Mereka terbiasa dengan pola belajar sistem kelas dan sesuai dengan kurikulum sekolah. Murid yang belum mengerti materi pelajaran akan tertinggal. Guru sendiri fokus menghabiskan kurikulum. Guru tidak lagi bertujuan mengajarkan semua anak di kelas hingga semua bisa. Cara ini tidak mungkin diterapkan pada Anak Spesial.

Mengapa bisa demikian? Apakah tidak bisa disamakan saja kedua kelompok anak ini? Yaitu anak normal dan anak spesial?

Tidak bisa disamakan. Tidak baik memberikan kurikulum yang sama seperti sistem kelas kepada ABK. Mereka memiliki spektrum yang sedemikian luas. Mereka bersifat individual. Terapi mereka bersifat satu lawan satu. Artinya satu anak ditangani oleh satu orang. Materi terapi diberikan sesuai dengan kemampuan anak tersebut. Guru tidak akan memajukan materi sebelum anak tersebut mengerti atau paham.

Selain itu, setiap anak berbeda-beda. Anak Autisme dan ADHD berbeda juga penanganannya. Karena itulah, saat saya membuka Terapi Calistung ini, saya memilih terapis-terapis terlatih. Terapis yang mempunyai jam terbang lebih dari 4 tahun menangani Anak Berkebutuhan Khusus. Beberapa orang dari team saya bahkan sudah menjadi pembicara dalam berbagai seminar. Tentu untuk mendapatkan kualitas seperti ini, mereka harus dihargai. Diapresiasi dengan nilai Premium sesuai dengan kualitas yang mereka miliki.

Jadi, hal pertama melatih Calistung pada anak Berkebutuhan Khusus adalah melatih dahulu Terapis Calistungnya. Terapis sebaiknya sudah berpengalaman menangani puluhan Anak Spesial. Juga paham dengan berbagai Terapi dan Metode terapi. Mereka mengerti SI, Brain Gym, Terapi Wicara, Terapi Okupasi, Terapi Perilaku dan sebagainya.

Setelah membentuk team Terapis, barulah mereka saya latih. Pelatihan dapat diberikan melalui seminar-seminar. Pelatihan juga diberikan grup-grup yang saya pimpin langsung. Mereka harus ikut langsung berdiskusi dengan orangtua siswa. Selain itu, orangtua siswa yang juga saya minta untuk menjadi Terapis Caslitung buat anaknya di rumah.

Jadi, Terapi Calistung adalah melatih Calistung buat Anak Berkebutuhan Khusus yang ditangani oleh para Terapis Profesional. Bukan oleh guru sekolah.

Guru sekolah tidak terdidik dengan sistem belajar Anak Spesial. Guru sekolah juga tidak mengetahui bagaimana menangani mereka.

Bayangkan saja, saat guru sekolah mengajarkan matematika, Tiba-tiba seorang anak mengamuk di kelas. Atau anak super aktif yang terus bergerak sehingga mengganggu kelas. Atau anak autis yang berjam-jam hanya memperhatikan kipas angin. Bagaimanakah guru sekolah bisa mengajarkan Calistung pada mereka?

Karena itulah, perlu adanya Terapi Calistung. Karena mereka sudah memahami bagaimana menangani anak Autis, ADHD, Cerebral Palsy dan sebagainya.